Asal Mula Virus Corona
Corona merupakan momok yang sangat merepotkan dan mampu mengubah kebiasaan masyarakat secara global. Sudah hampir 2 tahun pandemic Covid-19 ada namun hingga kini masih belum jelas asal-muasal pandemic ini terjadi. Namun banyak spekulasi dan kemungkinan asal mula virus Corona yang beredar hingga saat ini, berikut rangkuma
Kasus Pertama di Provinsi Wuhan, China
Sekitar bulan Desember akhir 2019, peringatan pertama
mengenai klaster pneumonia dikeluarkan oleh pejabat Kesehatan Wuhan, China. Nah
kasus tersebut merupakan titik awal kemunculan COVID-19 pertama yang diumumkan
di dunia. Kemudian setelah terjadi bebrapa perkembangan kasus, pada awal
Januari 2020 para peneliti menemukan virus-virus baru yang akhirnya diberi nama
SARS-CoV-2.
2. Banyak yang mengatakan bersumber dari Kelelawar
Menurut FactCheck yang merupakan kerabat terdekat dari
SARS-CoV-2 diketahui merupakan virus corona yang pertama kali teridentifikasi
di Yunnan, China 2013 dari kelelawar tapal kuda. Diduga bahwa precursor
SARS-CoV-2 yang belum diketahui melompat ke inang perantara yang akhirnya
menularkan virusnya ke manusia. Namun sangat disayangkan bahwa anggaan ini
belum teridentifikasi, seperti anjing, trenggiling, hingga uar diusulkan
sebagai inang perantara yang pada akhirnya belum terbukti. Bahkan banyak ilmuan
yang menyatakan butuh waktu yang lama untuk mengetaui asal-usul virus ini dan
bisa memakan waktu bertahun-tahun.
3. Tempat Penyebaran Virus diduga dari Pasar di Wuhan
Terdapat banyak kasus pertama COVID-19 yang berkaitan dengan
Pasar SeaFood Huanan di Wuhan. Para penelitipun banyak yang menduga bahwa
tempat ini merupakan media virus tersebut berpindah dari hewan ke manusia.
Namun berdasar investigasi dari WHO yang diriis awal Maret menghasilkan bahwa
tidak ada korelasi kuat antara pasar tersebut denga nasal muasal virus.
Akan tetati peneliti lain masih beranggapan bahwa pasar ini
menjadi salah satu tempat penyebaran awal virus. Hasil studi yang diterbitkan
bulan Juli dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa hewan-hewan disini
memiliki penyakit yang dapat menginfeksi manusia.
4. Lab Virus Corona
Tidak lama setela adanya pandemic COVID-19, Wuhan menjadi
rumah dari laboratorium untuk melakukan penelitian virologi, yang kini dikenal
sebagai Institut Virologi Wuhan. Di tempat ini para peneliti mempelajari
coronavirus dan juga beberapa virus lainnya yang menyebabakan penyakit akut
parah seperti SARS dan MERS. Satu kelompok di lab ini yang dipimpin Shi Zhengli
yang merupakan ahli virologi berfokus terhadap virus corona dan berhasil
menemukan kemungkinan asal wabah SARS yang pertama terjadi pada tahun 2003.
Banyak pula orang yang bertanya-tanya apakah seorang dari lab tersebut
terinfeksi virus yang diteliti dan akhirnya menyebarkan virus tersebut. Akan
tetapi teori ini belum memiliki bukti yang kuat.
5. Kebocoran Laboratorium atau Penyebaran Alami
Pada bulan Maret 2021 WHO telah menyimpulkan bahwa penularan
dari hewan liar melalui inang merupakan hal yang sangat mungkin untuk
penyebaran SARS-CoV-2 ke manusia. Hal inipun menjadi teori yang banyak
disetujui. Namun masih saja yang Namanya pendapat tentu ada pihak yang tidak
percaya dan kontra. Kristian Andersen yang merupakan professor dari The Scripps
Research Institute di California menyatakan berdasar hipotesis miliknya bahwa
teori kebocoran lab merupakan hal yang spekulatif berdasar dugaan semata.
6. Info yang Kurang Transparan
Ilmuwan di China sering mendapat kritikan dari dunia
internasional yang telah melakukan penelitian Bersama WHO karena dianggap
kurang transparan. Bahkan dari pihak WHO Tredos Adhanom Ghebretesus selaku
Direktur Jenderal dari WHO menyatakan tim menghadapi kendala dalam penelitian.
Hal tersebut dikarenakan sulitnya mengakses data di Wuhan terlebih mengenai
kasus awal COVID-19.
Masih banyak teori yang mengatakan asal mula virus corona,
akan tetapi kita tidak tahu secara pasti virus ini berasal. Namun hal pasti
yang harus kita lakukan saat ini adalah menjaga protokol Kesehatan guna
meminimalisir resiko terburuk dari covid-19. Semoga artikel ini memberi
gambaran pada pembaca.

0 comments:
Posting Komentar
berkomentarlah dengan sopan dan sesuai pembahasan.